Leverkusen vs Arsenal Berakhir 1-1, Penalti Kai Havertz Selamatkan The Gunners di Menit Akhir

2026-03-12 03:36:54 By Ziga

Duel leg pertama babak 16 besar UEFA Champions League tersebut digelar di BayArena pada Kamis (12/3/2026). Sepanjang babak pertama, pertandingan berjalan cukup ketat dengan peluang berbahaya yang relatif minim dari kedua tim.

Baik Leverkusen maupun Arsenal tampak berhati-hati dalam membangun serangan sehingga skor kacamata 0-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, tuan rumah langsung memberikan kejutan. Baru satu menit setelah laga kembali dimulai, Leverkusen berhasil memecah kebuntuan lewat sundulan Robert Andrich yang menyambut sepak pojok dari Alejandro Grimaldo pada menit ke-46.

Gol tersebut membuat Leverkusen berada di atas angin dan memaksa Arsenal meningkatkan intensitas serangan mereka. Namun hingga sebagian besar waktu pertandingan berjalan, lini pertahanan tim tuan rumah masih mampu meredam tekanan yang diberikan The Gunners.

Arsenal akhirnya menemukan jalan untuk menyamakan kedudukan menjelang akhir laga. Pada menit ke-89, mereka mendapatkan hadiah penalti setelah Noni Madueke dijatuhkan di dalam kotak terlarang. Havertz yang maju sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna dan membuat skor berubah menjadi 1-1.

Hasil imbang ini membuat peluang kedua tim untuk melaju ke babak perempat final masih terbuka lebar. Penentuan nasib mereka akan terjadi pada leg kedua yang dijadwalkan berlangsung di Emirates Stadium pada 18 Maret mendatang.

Sejak awal pertandingan, Leverkusen sebenarnya sudah mencoba mengancam. Peluang pertama datang dari percobaan Christian Michel Kofane, tetapi tembakannya masih bisa diamankan oleh kiper Arsenal, David Raya.

Arsenal kemudian mulai menguasai jalannya pertandingan. Peluang emas bagi tim tamu hadir pada menit ke-19 ketika Gabriel Martinelli menerima umpan dari Viktor Gyokeres dan melepaskan tembakan dari sisi kiri kotak penalti. Sayangnya, bola hanya membentur tiang gawang.

Serangan Arsenal terus bertumpu pada sektor kiri. Pada menit ke-24, bek Leverkusen Piero Hincapie mencoba menusuk dan melepaskan tembakan, tetapi upayanya masih mampu diamankan kiper Janis Blaswich.

Meskipun Arsenal lebih dominan dalam penguasaan bola, mereka kesulitan menembus rapatnya pertahanan Leverkusen. Hingga menit ke-35, peluang bersih dari kedua tim masih sangat terbatas.

Situasi tersebut tidak berubah hingga babak pertama berakhir. Kedua tim pun masuk ruang ganti dengan skor masih imbang tanpa gol.

Setelah jeda, Leverkusen langsung meningkatkan tempo permainan. Raya sempat melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis sundulan Martin Terrier yang memanfaatkan umpan silang Grimaldo.

Namun tekanan itu berlanjut melalui situasi sepak pojok yang akhirnya menghasilkan gol pembuka. Umpan akurat Grimaldo disambut sundulan Andrich yang berdiri bebas di tiang jauh dan menggetarkan gawang Arsenal.

Arsenal tidak tinggal diam setelah tertinggal. Mereka mencoba merespons cepat melalui peluang Martinelli yang menyambut umpan silang Eberechi Eze. Sayangnya, sundulannya masih melebar dari sasaran.

Memasuki pertengahan babak kedua, Arsenal terus menekan pertahanan tuan rumah. Namun kurangnya ketajaman di lini depan membuat serangan mereka berkali-kali gagal membuahkan hasil.

Leverkusen yang lebih banyak bertahan sempat mencoba memanfaatkan serangan balik pada menit ke-77. Serangan cepat yang diawali Kofane diteruskan kepada Aleix Garcia. Akan tetapi, tembakan Garcia dari luar kotak penalti masih melambung di atas mistar.

Tekanan Arsenal akhirnya membuahkan hasil di menit-menit akhir. Aksi individu Madueke dari sisi kanan membuatnya masuk ke dalam kotak penalti sebelum dijatuhkan oleh Malik Tillman.

Meski kontak yang terjadi tidak terlalu keras, wasit tetap menunjuk titik putih setelah melakukan pengecekan melalui VAR. Havertz yang dipercaya sebagai eksekutor kemudian sukses mencetak gol penyeimbang yang menyelamatkan Arsenal dari kekalahan.

 
EMASPUTIHTOTO EMASPUTIHTOTO