Scholes Terkejut Diserang Netizen Setelah Komentar Soal Carrick
2026-03-13 15:46:27 By Ziga
Mantan gelandang Manchester United, Paul Scholes, dikabarkan terkejut sekaligus kecewa setelah unggahan singkatnya di media sosial mengenai Michael Carrick memicu polemik luas di kalangan publik. Hal ini diungkapkan oleh rekan setim lamanya, Nicky Butt.
Kontroversi tersebut bermula usai kekalahan Manchester United dari Newcastle United pekan lalu. Dalam sebuah Instagram Story yang kemudian dihapus, Scholes menyoroti performa tim yang menurutnya kurang meyakinkan dalam beberapa pertandingan terakhir, meskipun mereka masih mampu meraih kemenangan.
Dalam unggahan tersebut, Scholes menyinggung Carrick dengan menyebut bahwa sang pelatih memiliki sesuatu yang “spesial”, karena tetap mampu membawa tim meraih hasil positif meski permainan dinilai belum optimal dalam empat laga terakhir. Ia juga menyertakan emoji serta menyinggung nama gelandang Newcastle, Sandro Tonali, yang membuat unggahan itu semakin menarik perhatian warganet.
Butt, yang kini kerap berdiskusi bersama Scholes dalam sebuah podcast, menilai komentar tersebut sebenarnya banyak disalahpahami. Menurutnya, bagi orang yang tidak mengenal karakter Scholes secara dekat, pernyataan itu memang terdengar tajam. Namun maksud sebenarnya hanyalah menyoroti kemampuan Carrick mendapatkan hasil positif meski tim belum tampil pada level terbaiknya.
Butt juga menekankan bahwa unsur keberuntungan sering kali menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang pelatih. Ia menilai Scholes hanya ingin menggambarkan bahwa Carrick tetap mampu mengamankan kemenangan walaupun performa tim masih jauh dari ideal.
Lebih jauh, Butt mengungkapkan bahwa Scholes sangat terkejut melihat besarnya respons publik terhadap unggahan tersebut. Ketika mereka berbicara secara pribadi, Scholes mengaku tidak menyangka komentarnya bisa memicu reaksi yang begitu besar dan bahkan merasa sedih dengan situasi yang terjadi.
Menurut Butt, Scholes sebenarnya sangat menghormati Carrick, baik sebagai mantan rekan setim maupun sebagai pelatih. Bahkan ia berharap Carrick suatu saat bisa dipercaya menempati posisi manajer permanen di Manchester United.
Scholes sendiri kemudian memberikan klarifikasi dalam podcastnya, The Good, The Bad & The Football. Ia menegaskan bahwa komentarnya tidak pernah dimaksudkan sebagai serangan pribadi kepada Carrick.
Legenda United itu bahkan langsung menghubungi Carrick untuk menjelaskan maksud sebenarnya dari unggahan tersebut. Dalam pesannya, Scholes menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak berniat menyinggung atau merendahkan mantan rekannya itu.
Menurut Scholes, Carrick juga tidak merasa tersinggung dengan komentar tersebut. Ia menilai polemik muncul karena banyak orang menafsirkan pernyataannya secara berbeda dari maksud yang sebenarnya.
Scholes menambahkan bahwa kritiknya semata-mata berkaitan dengan performa tim dalam beberapa pertandingan terakhir yang dinilainya belum maksimal, meskipun hasil yang diraih tetap positif.
Ia juga mengingat pengalaman bersama mantan manajer legendaris United, Alex Ferguson, yang sering menekankan bahwa keberuntungan kerap menjadi faktor penting dalam sepak bola, baik melalui keputusan wasit maupun situasi seperti kartu merah.
Belakangan ini, Carrick memang menjadi topik perdebatan di kalangan mantan pemain Manchester United. Selain Scholes, kritik juga sempat datang dari Gary Neville dan Roy Keane.
Namun tidak sedikit pula mantan pemain yang memberikan dukungan kepada Carrick, termasuk Patrice Evra dan Rio Ferdinand. Evra bahkan mengaku heran mengapa Carrick tidak mendapat dukungan lebih besar dari para legenda klub.
Menurut Evra, Carrick merupakan bagian dari keluarga besar Manchester United dan telah menunjukkan kinerja yang sangat baik. Ia juga menyinggung para mantan pemain yang kini menjadi analis televisi.
Evra menilai kritik yang terlalu tajam di media dapat memberikan dampak besar terhadap karier seorang pelatih. Ia mengingatkan bahwa meskipun banyak dari mereka adalah legenda saat masih bermain, tidak semuanya berhasil ketika beralih ke dunia kepelatihan. Oleh karena itu, komentar keras di ruang publik seharusnya disampaikan dengan lebih bijak agar tidak merugikan pelatih lain.
Sedang Tayang
🔥 Populer